Selasa, 04 Oktober 2016

SEJARAH DESAIN PEMODELAN GRAFIK

Judul/Bab          : Tugas 1
Nama                : Lutfianto Triatmojo
NPM                  : 56414183
Kelas                 : 3IA21
Mata Kuliah       : Desain Permodelan Grafik
Nama Dosen    : Syefani Rahma Deski

Disini saya akan membahas tentang Sejarah Pemodelan grafik

SEJARAH DESAIN PEMODELAN GRAFIK
Image result for sejarah desain pemodelan grafik
Perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain).

Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.  

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.

Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.

Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan teknik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan teknik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset. Desain grafis mengalami perkembangan pesat setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.

Pada saat ini adanya mesin cetak dan komputer juga merupakan dua hal yang secara signifikan mempercepat perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid, website yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain grafis. Bahkan animasi Spongebob Squarepants walaupun lebih dikenal dengan sebutan kartun yang sering kita tonton di televisi merupakan bagian dari produk desain grafis juga.Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.

PENGERTIAN DESAIN PEMODELAN GRAFIK
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.

Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu obyek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.

Desain Grafik adalah seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi.

Grafik didefinisikan sebagai pengungkaapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, simbol dan gambar dengan menggunakan proses pencetakan. Grafik juga didefinisikan sebagai suatu manipulasi model dan citra. Demikian pengertian dari setiap arti suku kata Desain Pemodelan Grafik dan jika di tarik kesimpulan maka pengertian Desain Pemodelan Grafik  adalah suatu proses menciptakan obyek baru dengan repsentasi suatu obyek, sistem atau konsep yang didefinisikan kedalam bentuk huruf, symbol dan gambar yang mencakup seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi.

PRINSIP DESAIN GRAFIK 
Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.
 
1.      Kesederhanaan
Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan ribet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris, seperlunya saja.

2.      Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

3.      Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

4.      Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan:
    - Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
    - Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus. 
    -  Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
    - Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
    - Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
    - Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
    - Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

    5.      Irama (repetisi)
    Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

    Untuk membuat rhythm:
      - Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
      - Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
      - Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
      - Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
      - Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
      - Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.

      6.      Proporsi (Proportion)
      Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

      UNSUR DESAIN GRAFIK
      Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.

      1. Garis (Line)
      Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.

      2. Bentuk (Shape)
      Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

      3. Tekstur (Texture)
      Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.

      4. Ruang (Space)
      Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

      5. Ukuran (Size)
      Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

      6. Warna (Color)
      Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Warna dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: warna yang ditimbulkan karena sinar (additive color/ RGB) dan tinta/cat (substractive color/CMYK). Warna yang ditimbulkan karena sinar (additive color/ RGB) yang biasanya digunakan pada pewarnaan lampu, monitor, TV dan sebagainya. Warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (substractive color/CMYK) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.

      JENIS - JENIS DESAIN GRAFIK
      1. Drafter
      Desainer khusus untuk membuat arsitektur dan rancang bangun yang simetris dan digunakan untuk keperluan pembuatan sesuatu yang memerlukan ketelitian tinggi dan rancangan. Membutuhkan orang orang yang ahli di software (Autocad, Archicad, 3d revit architecture). Sangat dibutuhkan di dunia arsitektur dan industri.

      2. Editor
      Image result for Editor
      Desainer khusus untuk membuat kover, sampul, banner, dsb. Dan juga membuat karya karya desain grafis misalnya: brosur, kartu nama, pin, logo, poster, dsb. Yang memerlukan sentuhan pandangan dan software yang harus dikuasai adalah : Corel draw,Adobe Photoshop,Freehand,Illustrator. Sangat dibutuhkan di dunia periklanan dan publikasi.

      3. Layouter
      Image result for Layouter
      Desianer khusus untuk membuat tatanan layout sebuah majalah atau koran atau publikasi yang lainya dan diharuskan mempunyai feel untuk tata letak agar enak dilihat. Sedangkan aplikasi yang harus dikuasai adalah Adobe Page Maker, MS.Publisher, Adobe In Design. Sangat dibutuhkan dipercetakan dan industri koran/buku/majalah.

      4. Art Director
      Image result for Art Director
      Desainer khusus unuk membuat karya karya seni dari komputer yang bisa digunakan untuk visual effects ataupun hanya untuk hiasan saja. Membutuhkan kreativitas tinggi untuk membuat karya agung yang akan dibuat. Sedangkan software yang harus dikuasai adalah : Corel draw, Photoshop, Photo paint, Art creator. Sangat dibutuhkan di dunia perfilman, seniman visualisator, foto editing effects.

      5. Fotografer
      Image result for Fotografer
      Desianer khusus yang selain melakukan pengeditan foto juga merangkap sebagai fotografer, harus memiliki talenta khas fotografer serta mampu mengedit foto sesuai permintaan klien. Membutuhkan intelegensi tinggi kreativitas tinggi dan harus menguasai adobe photoshop,ieworks,photo studio. Sangat dibutuhkan didunia fotografi, foto editor, wartawan, dsb.

      6. Animator
      Image result for Animator
      Desainer khusus bekerja pada bidang motion graphic, iklan atau film fantasi. Harus memiliki daya tahan tinggi, pengetahuan yang cukup tinggi , pengalaman dan harus menguasai Macromedia Flash, Adobe Flash, After Effects, 3d Maya, Gif Animator dan Corel Rave. Dibutuhkan di dunia advertising, perfilman, pertelevisian.

      7. Visualisator
      Image result for Visualisator
      Desainer khusus untuk memberikan gambaran sebuah produk atau karya dalam bentuk real / 3d dan harus memiliki kemampuan otak kanan yang cukup tinggi serta harus menguasai 3d Max, Autocad, Swift 3d, Digital Clay. Sangat dibutuhkan di dunia visualisasi produk dan presentasi produk.

      8. Video Editor
      Image result for Video Editor
      Desainer khusus untuk mengedit video atau film dan juga merangkap sebagai video shooter, harus memiliki imajinasi tinggi dan harus menguasai Adobe After Effects, 3d Maya, Adobe Premiere, Ulead Video Studio, Sony Vegas, Pinneacle. Sangat dibutuhkan di dunia perfilman dan industri musik.

      9. Integrated Desainer
      Image result for Integrated Desainer
      Desainer khusus yang membutuhkan integrasi dengan programmer misalnya pembuatan game, cd interaktif, web desain, dsb. Sedangakan anda harus menguasai hampir semua elemen desain. Sangat dibutuhkan di industri informatika.

      REFRENSI :
      http://shiroi-alamanda.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-perkembangan-desain-pemodelan.html. Diakses 25 September 2016. Dari shiroi-alamanda.blogspot.co.id
      https://eituzed.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-prinsip-dan-unsur-desain.html. Diakses 25 September 2016. Dari eituzed.blogspot.co.id/
      https://iwangraphic.wordpress.com/ruang-tamu/jenis-jenis-desain-grafis/. Diakses 25 September 2016. Dari iwangraphic.wordpress.com
      https://www.google.co.id/search?q=sejarah+desain+pemodelan+grafik&espv=2&biw=1600&bih=809&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwisqJznxcDPAhWDpo8KHUl4Ai04ChD8BQgGKAE&dpr=1#tbm=isch&q=Integrated+Desainer

      Rabu, 22 Juni 2016

      Pembuatan Fitur Social Network Pada Situs Sitasi

      ABSTRAK
      Peneliti Indonesia mengalami kesulitan dalam mencari referensi untuk jurnal atau paper yang ditulis oleh peneliti Indonesia sendiri. Hal ini disebabkan oleh kurangnya website yang menyediakan kutipan untuk paper Indonesia. Kurangnya komunikasi peneliti yang memiliki bidang yang sama juga berkontribusi untuk masalah. Gudangpaper.net adalah website yang memfasilitasi penyediaan makalah yang ditulis oleh peneliti indonesia. Untuk memecahkan masalah yang ada fitur social Network harus ditambahkan ke situs GudangPaper yang memungkinkan komunikasi dan membangun komunitas antara peneliti bidang sejenis di Indonesia. Protokol OpenSocial digunakan untuk juga mendukung komunikasi dan berbagi paper dan metadata paper dengan situs lain. Fitur jejaring sosial yang disarankan oleh paper ini adalah interaksi sosial antara penulis, membuat kelompok dan peneliti dapat berbagi kertas.
      ABSTRACT
      Indonesian researchers have difficulties in finding references for journals or papers written by Indonesian researchers themselves. This is caused by the lack of websites that provide citation for indonesian papers. Lack of communication among similar field of researchers also contributes to the problem.Gudangpaper.net is a website that facilitate provision of papers written by Indonesian researchers.To solve the problem a social network feature must be added to GudangPaper site that enable communication and community building among similar field researchers in Indonesia. OpenSocial protocol is used to also support communication and sharing of papers and papers' metadata with other sites. Social network features suggested by this paper are social interaction between authors, making the group as a special interaction in a particular field, researcher can share paper.
      Kata Kunci
      WebServices, REST, OpenSocial, Social Network
      1. LATAR BELAKANG
      Pembangunan database dan layanan penelusuran terhadap sitasi literatur ilmiah maupun penelitian belum banyak dilakukan secara terstruktur di Indonesia. Hal ini disebabkan karena lembaga penelitian maupun perguruan tinggi di Indonesia masih belum memiliki budaya pertukaran informasi satu sama lain karena mereka kebanyakan mendapatkan informasi dari penyedia informasi luar negeri. Jadi tidak mengherankan ketika ingin mencari informasi artikel ilmiah terbitan dalam negeri justru lebih sulit dibandingkan mencari artikel terbitan luar negeri.
      Layanan informasi berupa profil penulis dan kelompok diskusi secara nasional belum terbentuk, sehingga sangat sulit melihat kesinambungan dan keterkaitan dari penelitian dalam lingkup nasional. Budaya saling melakukan sitasi dengan sesama penelitian dalam negeri mungkin belum ada, sehingga penulis dalam negeri mengalami kesulitan ketika mencari refrensi artikel dalam negeri. Budaya tersebut dapat dikembangkan dengan dukungan social network sites yang mendukung terjadinya interaksi antar peneliti dengan lebih luas.
      Sistem pada website yang ada saat ini (pada website GudangPaper.net) masih terbatas hanya pada pengumpulan abstrak artikel dari berbagai sumber, namun sudah memiliki inter-linking antara penulis dan judul paper ilmiah. Namun situs GudangPaper.net belum memiliki fitur social netwoks yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih antar peneliti / penulis di Indonesia.
      Untuk mengembangkan fitur social network tersebut diperlukan implementasi protokol social network yang mendukung komunikasi antar aplikasi yang menggunakan protokol yang sama. Protokol yang digunakan pada penelitian ini adalah OpenSocial dari Google. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan protokol OpenSocial di situs GudangPaper.net untuk menyediakan fasilitas social media pada situs tersebut. Diharapkan dengan adanya fasilitas social media tersebut interaksi antar peneliti akan lebih baik dalam mendukung upaya berbagi artikel dan informasi antar peneliti di Indonesia.
      2. STUDI PUSTAKA 2.1. Social Network Sites
      Menurut JCMC.indiana.edu "we define social network sites as web-based services that allow individual to (1) construct a public or semi-public profile within a bounded system, (2) articulate a list of other users with whom they share aconnection, and (3) view and traverse their list of connection and those made by other within the system" [1], sehingga dapat disimpulkan bahwa social network sites adalah sebuah sites yang memungkinkan terjadinya interaksi, antar pengguna satu dengan pengguna lain. Beragam jenis social network yang ada saat ini dengan berbagai fitur yang ditawarkan. Fitur-fitur yang ditawarkan oleh social network pada umumnya adalah berbagi status antar pengguna, fitur pertemanan antara pengguna satu dengan pengguna lain, dan berbagi foto maupun video kepada pengguna lain. Selain itu berbagai macam bentuk pertemanan yang ditawarkan oleh social network. Contoh dari social network sites yang ada saat ini adalah facebook.com, myspace.com, twitter.com, academia.edu dan masih banyak social network yang lain.
      2.2. Web Services
      Menurut Cerami (2002), Web services adalah sebuah website yang mandiri yang memiliki aplikasi yang modular yang dapat digambarkan, dipublikasikan, memiliki lokasi dan dapat dipanggil melalui jaringan, umumnya berbentuk sebuah World Wide Web (WWW). Ketika sebuah web services merujuk pada World Wide Web, ini berarti transport layer yang digunakan berbasis HTTP dan XML
      [2].
      Menurut Eric Newcomer (2002), Web services adalah Extensible Markup Language (XML) yang dipetakan dalam sebuah program, objek atau database atau sebagai sebuah fungsi bisnis yang komprehensif [3].
      Disimpulkan bahwa sebuah web services adalah sebuah applikasi yang bisa melakukan lintas aplikasi, atau dengan kata lain sebuah web services dapat digunakan di berbagai aplikasi.
      2.3 Oauth 2.0
      OAuth adalah suatu standar untuk melakukan otorisasi. OAuth menyediakan sebuah metode untuk klien dapat mengakses data mengenai seorang pengguna atas nama pengguna itu sendiri. OAuth 2.0 merupakan evolusi dari OAuth sebelumnya (OAuth 1.0). OAuth 2.0 berfokus pada sebuah aplikasi client, dimana OAuth 2.0 dapat berjalan pada aplikasi website, aplikasi dekstop, aplikasi mobile dan living room devices.
      Menurut Ryan Boyd (2012), untuk mendaftar OAuth 2.0 request ada 2 tahap yang harus dilakukan, yang pertama adalah mendapatkan kunci atau hak akses, dalam tahap untuk melakukan sign request dengan menggunakan MAC autentikasi, client harus mendapatkan MAC key. Hal ni dapat dikeluarkan oleh OAuth authorization server, dalam kasus ini key dikembalikan setiap kali acces_token dikembalikan oleh server authorization. Tahap kedua yang harus dilakukan adalah membuat API request, ketika melakukan koneksi ke OAuth-enabled setiap API request harus mengandung MAsC signature dalam authorization header dari request [4].
      3. DESAIN SISTEM 3.1. Analisa Kebutuhan

      Fitur - fitur social yang menjadi pembanding pada penelitian ini adalah fitur social yang ada pada Academia.edu. Oleh sebab itu beberapa fitur social yang harus dimiliki dan akan dikembangkan adalah :  Berbagi activity stream dalam bentuk status.  Berbagi activity streams dalam bentuk video.  Berdiskusi dalam Group dan berbagi paper.  Fitur circle untuk mengelompokan teman.
      Penggunaan OpenSocial sebagai standar dalam proses transpotasi data social network.

      Transportasi Pertukaran Data Dengan adanya fitur sosial, sistem gudangpaper.net yang baru memungkinkan pengguna untuk saling berkomunikasi dengan pengguna yang lain, selain itu pengguna dapat saling melakukan sitasi paper yang ada. Selain itu dengan di implementasikannya protokol opensocial dimungkinkan adanya aplikasi lain yang me-request data dari gudangpaper.net, dalam merequest data diperlukan sebuah sebuah autentikasi dan setelah otentikasi terpenuhi maka data yang direquest akan dikirimkan oleh server kepada client yang melakukan request
      3.2. Usecase
      Usecase menjelaskan fitur - fitur yang dimiliki oleh user, admin dan client dari opensocial. Client dapat melakukan proses aktivitas sosial, sementara admin dapat melakukan pemantauan pada group dan dapat menghapus pengguna ataupun paper yang dianggap melanggar hak cipta, sementara pada opensocial client, client dapat melakukan request data kepada server dan data tersebut dapat diolah untuk digunakan oleh applikasi client. 4. IMPLEMENTASI
       Usecase Diagram
      Salah satu fitur yang ditawarkan adalah rekomendasi paper yang diduga milik pengguna itu, rekomendasi dilakukan berdasarkan dari nama pengguna
      Pseudocode 1. Fitur Rekomendasi paper GET namapengguna from session
      Explode namapengguna . filter
      Dari pseudocode 1 dijelaskan bahwa proses rekomendasi paper dicari berdasarkan nama pengguna, yang dibagi dan disimpan pada sebuah array $key, dan setiap bagian nama tersebut di dilakukan pengecekan, karena kedudukan "and" lebih tinggi secara hirarki dibandingkan dengan "or", maka setiap diberikan kurung buka"(" pada awal dilanjutkan dengan penggunaan "or" pada bagian else, dan setelah
      seluruh bagian nama ter-looping maka diberikan kurung tutup ")", setelah itu pada bagian query sql $filter akan disisipkan pada bagian where clause. Tujuan dari penggunaan "or" adalah untuk menghindari paper dengan judul yang sama muncul saat dilakukan query sql.

       Paper yang disuggest oleh sistem.
      Jika pengguna tidak memiliki account, maka pengguna dapat melakukan register, pada gudangpaper.net sistem register dibagi menjadi 3 bagian, pada register tahap pertama pengguna mengisikan data pribadi . Pseudocode 4. POST data activity stream
      Dari pseudocode 4 dijelaskan bahwa untuk melakukan sebuah post request kepada server maka client harus menujukan url ke sebuah url yang sudah ditentukan oleh opensocial(api/activitystreams/@owner/@self)[5] sesuai dengan data apa yang akan di postkan.
      5. KESIMPULAN
      Dari hasil pembuatan fitur social network dan pengimplementasian OpenSocial pada situs GudangPaper dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:
       Dengan adanya program ini GudangPaper sudah
      terlengkapi dengan fitur social network secara umum.  Sistem dapat melakukan suggest paper kepada pengguna yang diduga memiliki paper yang ada dalam database.
       Dalam pengimplementasian OpenSocial, client dapat
      merequest data yang diperlukan melalui otentikasi.
       Situs GudangPaper dalam penerapan OpenSocial sudah menggunakan OAuth 2.0 dalam proses otentikasi data request.
      Penggunaan OpenSocial dapat membantu pengembangan website dari sisi applikasi pendukung maupun client pendukung GudangPaper.
      6. DAFTAR PUSTAKA
      [1] Definisi social network site, http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/boyd.ellison.ht ml, terupdate: 2007.
      [2] Cerami,E.(2002).Web Services Essentials Distributed Application with XML-RPC,SOAP, UDDI & WSDL. O'reilly Media.
      [3] Newcomer,E.(2002). Understanding Web Services: XML, WSDL, SOAP, and UDDI. Addison-Wesley Professional.
      [4 ]Boyd,R.(2012).Getting started with OAuth 2.0.
      O'reilly Media.
      [5] OpenSocial, http://opensocial.org, terupdate : 201